Blog

  • Review: Layanan Hosting DomaiNesia

    Review: Layanan Hosting DomaiNesia

    Maskot DomaiNesia

    DomaiNesia menawarkan beberapa paket web hosting berbasis cPanel dengan infrastruktur SSD NVMe dan prosesor AMD EPYC, mengklaim kapasitas penyimpanan tiga kali lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Semua paket hadir dengan cPanel penuh, dukungan HTTP/3, Brotli Compression, dan integrasi CloudFlare, ditambah sistem keamanan berlapis seperti Imunify360.

    Pilihan Paket

    • Nimbus One — mulai Rp18.000/bulan (promo), 2 GB SSD NVMe, cocok untuk 1 website seperti blog pribadi atau portofolio.
    • Nimbus Go — mulai Rp32.000/bulan (promo), 15 GB SSD NVMe, website dan database unlimited, ideal untuk toko online atau company profile.
    • Nimbus Plus — mulai Rp59.000/bulan (promo), 25 GB SSD NVMe, ditujukan untuk trafik tinggi dan WooCommerce.
    • Cloud Hosting — mulai Rp112.500/bulan (promo), 40 GB Cloud SSD NVMe dengan sumber daya semi-dedicated untuk website skala besar.

    Fitur yang Menonjol

    Semua paket mendukung berbagai bahasa pemrograman modern (PHP, Node.js, Python, Ruby, Go, Rust), akses SSH dan Git di paket menengah ke atas, serta backup otomatis via JetBackup dengan replikasi data ke beberapa lokasi data center. DomaiNesia juga menyediakan pilihan lokasi server di Jakarta dan Singapura, garansi uptime 99,9%, dan garansi uang kembali 30 hari.

    Kesimpulan

    Untuk kebutuhan hosting skala kecil hingga menengah dengan harga bersaing di pasar Indonesia, jajaran paket Nimbus dari DomaiNesia terlihat cukup lengkap fiturnya, terutama dari sisi keamanan dan dukungan teknologi modern. Selengkapnya bisa dicek langsung di halaman resmi hosting DomaiNesia.

  • Perceptive Innovation: Kenapa Persepsi Menentukan Keberhasilan Inovasi

    Perceptive Innovation: Kenapa Persepsi Menentukan Keberhasilan Inovasi

    Perceptive Innovation book insight illustration

    Buku Perceptive Innovation karya Caleb Kow mengangkat gagasan bahwa banyak inovasi gagal bukan karena kualitas teknisnya buruk, melainkan karena gagal membangun persepsi yang tepat di mata penggunanya. Penulis menyinggung beberapa contoh klasik dunia teknologi — format video yang kalah bersaing meski unggul secara teknis, ponsel dengan desain elegan yang tetap ditinggalkan pasar, hingga proyek AI enterprise yang rapi dari sisi kode namun gagal diadopsi pengguna.

    Tesis utamanya: pengelolaan inovasi semestinya tidak diperlakukan sebagai fungsi pemasaran yang datang belakangan, melainkan bagian dari proses rekayasa itu sendiri sejak awal. Dengan menggabungkan psikologi kognitif, ekonomi perilaku, dan studi kasus lintas industri, buku ini menawarkan kerangka kerja untuk secara sengaja merancang bagaimana sebuah inovasi dipersepsikan sepanjang siklus hidupnya — bukan sekadar seberapa canggih teknologi di baliknya.

    Detail Buku

    • Penulis: Caleb Kow
    • Terbit: 13 Juni 2026
    • Tebal: 377 halaman
    • ISBN-10: 981946675X
    • Format: Paperback / Hardcover / Kindle

    Selengkapnya bisa dicek di halaman Amazon buku ini.

  • Hello MCP!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!